Breaking News

KESAN DAN CURHAT ORTU DALAM PENDAMPINGAN BELAJAR ONLINE

BELAJAR MENYENANGKAN DI SITUASI PANDEMI

          Bagi kami berdua sebagai orang tua yang sama-sama bekerja, tentu dengan situasi pembelajaran daring seperti sekarang ini sangat menyulitkan, karena kami tidak bisa mengawasi secara penuh aktivitas anak kami di pagi hingga siang hari pada saat aktivitas pembelajaran daring ataupun tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh anak kami dari bapak dan Ibu guru.

          Belum lagi anak tidak bisa memahami secara utuh beberapa hal yang disampaikan oleh bapak dan Ibu Guru, hal itu sangat wajar karena tingkat konsetrasi dan fokus anak sangat terbatas,apalagi kalau mendengarkan penyampaian tidak dengan sikap sempurna. Lantas kemudian anak diberikan tugas,tentu sangat menyulitkan, terutama pelajaran berhitung seperti Matematika. Membuat kami sebagai Orang Tua menjadi berperan aktif untuk terlibat dalam proses belajar mengajar.

          Sebenarnya ada sisi positif,  dengan adanya pengumpulan portofolio tugas secara berkala,artinya tatap muka komunikasi Orang tua dengan Guru terjalin. Orang Tua menjadi tahu kekurangan-kekurangan tugasnya. Namun pemahaman penerimaan materi dari siswa menjadi terhambat. Peran orang tua menjadi dominan dalam hal ini. Praktis terjadi selama kurun 7 bulan ini. 

          Dengan keterbatasan waktu kami yang bisanya mendampingi anak kami pada saat pagi sebelum berangkat ke kantor serta sore setelah pulang kantor. Membuat kami sebagai Orang tua menjadi ikut menata dan mengatur pola aktivitas belajar mereka. Kami akui waktu yang kami lepas kontrol terhadap mereka adalah pagi setelah kami berangkat aktivitas kerja dan siang hari.

          Kami akhirnya juga mencarikan kesibukan aktivitas yang positif ke anak, ketika ada penawaran les Bahasa Inggris secara online, robotik, animasi,dll. Hal ini untuk menambah aktivitas yang positif bagi mereka. Dari pada melakukan aktivitas online yang lepas kontrol dari pengawasan.

          Kami sadar denganketerbatasan waktu tersebut harus memikirkan untuk mencari aktivitas positif bagi anak kami. Serta mencari pola pembelajaran yang efektif pula agar dengan kondisi apapun proses belajar tetap optimal. Efek samping dari sistem belajar dirumah ini adalah hubungan anak menjadi dekat dengan orang tua. Anak menjadi sering bertanya mendiskusikan tentang pelajaran dan penyelesaian soal-soal, dan dengan segala keterbatasan kemampuan orang tua, kami berusaha untuk menjelaskan. Bagaimanapun dan dalam kondisi apapun kita harus bisa meluangkan waktu untuk membantu kesulitan belajar anak. Begitu juga dengan rutinitas ibadahnya, kami menargetkan setiap hari harus membaca al quran. Dengan demikian anak merasa diperhatikan dan tidak terabaikan. Kami berharap walaupun dengan kondisi pandemi, proses belajar tetap menjadi happy dan berkualitas.

Catur Herry Wibowo (Ortu); 0851 0314 2969; Ghazi Adli Brainmaka (Siswa)